Text
Iman di Atas Garis : Bukti hidup Keteladanan Iman yang Melampaui Batas dalam Sakit
Seorang penderita kanker darah (leukemia) tipe AML, yang mengispirasi banyak orang melalui akun medsos Facebook-nya, membukukan kisah-kisah hebat kehidupannya. Meriana Rungkat adalah seorang ibu rumah tangga yang saat memenuhi nazarnya sebagai seorang hamba Tuhan harus melalui proses antara hidup dan mati berulang kali dalam sakit. Justru dalam kelemahan, ia menemukan berkat alih-alih kutuk. Kesaksian imannya yang melampaui batas memancarkan terang kuat kuasa campur tangan Allah dalam kehidupannya bersama keluarga. Bagi Meriana, kehidupannya setiap detik dijalani dengan menjadikan hidup lebih hidup.
Melalui buku Iman di Atas Garis, Anda akan menemukan suatu bukti hidup keteladanan iman dan semangat juang yang melampaui, mampu menguatkan dalam menghadapi setiap tantangan, kelemahan, dan keterbatasan. Bahkan Anda akan mendapat dukungan untuk semakin aktif dalam memenuhi pangggilan Tuhan di setiap cita-cita dan harapan masa depan.
MERIANA RUNGKAT berasal dari Manado dan merupakan anak bungsu dari 5 bersaudara. la lahir di Makassar, 12 Januari 1979. la menikah dengan Mark Xavier Panambunan, S.H. di Surabaya pada 2001 dan dikaruniai sepasang putra-putri: Agra Berthan dan Chaleena Diminsa. Ia memiliki hobi menyanyi dan mengajar. Lulusan Sarjana Theologia Cumlaude Inabsensia STTI Manado ini pernah bekerja sebagai guru TK pada 1999, Owner Kursus Jarimatika Manado pada 2009 dan Asisten Dosen Theologi pada 2012. la bekerja di ladang Tuhan sejak 1998 sampai hari ini dan berdomisili di Surabaya sebagai penginjil.
| TD00280 | THD Run I.1 | Lantai_1 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain