Search

Ringkasan Khotbah


Ringkasan Khotbah - 12 Juli 2015 PDF Print E-mail

Banjir Nuh dan Baptisan

1Pet.3:18-22

Vic. Calvin Renata

Dalam bacaan kita hari ini, Petrus mengaitkan antara banjir Nuh dengan baptisan. Apa hubungan keduanya? Apakah baptisan menyelamatkan? Tidak mudah memahami surat Petrus khususnya di bagian ini, karena LAI keliru menerjemahkannya.

Dalam thelogia Roma Katolik, baptisan merupakan suatu sakramen yang sangat penting karena menurut mereka, baptisan adalah sakramen yang menyelamatkan. Menurut Roma Katolik jika seseorang yang sudah percaya tidak dibaptis, maka keselamatannya itu bisa batal. Memang jika kita membacanya sepintas, seolah-olah Petrus mengajarkan bahwa sakramen baptisan menyelamatkan. Sekarang mari kita renungkan mengapa Petrus menghubungkan antara banjir Nuh dengan baptisan?

Dalam theologia Reformed kita percaya bahwa kita memiliki satu Allah dengan dua macam perjanjian, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Di dalam dua perjanjian ini terdapat suatu hubungan yang sangat erat sehingga tidak dapat dipisahkan. Itu sebabnya banyak ayat-ayat PL yang dikutip di PB. Salah satu prinsip untuk mengetahui hubungan antara PL dengan PB adalah dengan perspektif tipe dan anti-tipe. Tipe adalah suatu gambaran/model/contoh/lambang. Anti-tipe adalah penggenapan sekaligus kontras dari tipe. Dalam PL, setiap tokoh/tempat/jabatan/peristiwa bisa menjadi gambaran dari anti-tipe yang ada di PB.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 05 Juli 2015 PDF Print E-mail

Nilai Orang Kristen Sejati

Yoh 1:12-13; Rm.7:15-23; 8:35-39; 1Kor.15:10; Fil 3:7-10; 1Tim.1:15

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Apa yang kita mau perjuangkan dalam hidup? Apa yang kita usahakan mati-matian? Inilah konsep nilai kita. Apa hubungannya nilai dengan Yoh.1:12-13? Untuk kita dapat mengerti nilai, kita harus mengerti status kita sebagai anak Allah. Jika saudara menjadi anak konglomerat/anak presiden pasti ada sesuatu yang spesial, sangat istimewa. Akan tetapi kita bukan saja anak konglomerat/presiden bahkan lebih daripada itu karena kita adalah anak Allah. Jika saudara anak Allah, lalu tidak merasakan keistimewaan apa-apa berarti itu ada sesuatu yang salah. Menjadi anak Allah adalah sesuatu yang sangat istimewa. Jadi apa yang seharusnya nilai-nilai yang diperjuangkan oleh anak Allah itu? Jika Anda anak konglomerat/presiden kerjaannya hanya cari puntung rokok, pelacuran, dll. Itu tidak nyambung. Seharusnya anak konglomerat/presiden menunjukkan kebesarannya, keagungannya mungkin, pola hidup, dsb. Justru ilustrasi ini sama dengan kita. Kita bagaikan anak konglomerat/presiden, tapi kerjaannya cari puntung rokok dan melacur. Kenapa demikian? karena kenyataannya kehidupan kita sehari-hari adalah hidup dalam kedagingan.

Secara hukum (de jure) kita adalah anak Allah yang ditebus dengan darah Yesus Kristus yang mahal. Secara kenyataan (de facto) kita masih dalam kedagingan, kita masih ada egoisme, kepentingan diri, kita masih ada iri hati, kita bisa ada dendam, kita bisa ada kebencian, kita munafik, kita merasa lebih hebat dari orang lain, kesombongan, dsb. Hal inilah yang menimbulkan ketegangan antara status sebagai anak Allah dan kondisi orang berdosa. Anak Tuhan sejati yang menggumulkan kebenaran ini pasti hidupnya menderita. Tidak ada anak Tuhan yang happy, senang-senang, damai-damai, tidak ada masalah dalam hidupnya. Ada tarik-menarik antara status anak Allah dan hidup dalam kedagingan. Ini membuat kita terus bergumul seumur hidup sampai mati tidak pernah selesai.

Paulus dalam Roma 7:15-23 mengatakan yang kukehendaki adalah yang baik, tapi ternyata yang aku lakukan yang tidak baik. Ini menunjukkan adanya tarik-menarik antara manusia rohani dan manusia jasmani. Paulus di sini tidak sedang menceritakan tentang hidup lamanya karena orang yang hidup dalam hidup lama, tidak akan mengalami pergumulan tarik menarik antara manusia rohani dan manusia jasmani. Orang yang masih hidup lama akan menikmati hidup dalam kedagingan, dalam kepalsuan, dalam penipuan iblis, dan tidak ada konflik. Akan tetapi begitu seseorang dilahirbarukan, dia mengalami konflik-konflik yang luar biasa. Inilah yang namanya penderitaan mengikut Kristus. Alkitab mengatakan bahwa kita punya dua sisi, seperti dalam satu keping mata uang, yaitu manusia rohani dan jasmani. Keduanya ini akan terus menempel dalam kehidupan kita.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 14 Juni 2015 PDF Print E-mail

Dua Cerita tentang Pelita

Luk 8:16–18; 11:33–36

Vic. Bakti Anugrah

Bertahun-tahun lalu di Amerika ketika kereta api dan kereta kuda dipakai menjadi kendaraan pernah terjadi kecelakaan yang menewaskan seluruh anggota keluarga di sebuah perlintasan kereta api. Sang penjaga ditanyai berbagai pertanyaan dan mampu menjawab bahwa ia telah melakukan tugasnya dengan baik. Akhirnya disimpulkan bahwa kejadian itu adalah murni kecelakaan yang penyebabnya tidak diketahui. Namun bertahun-tahun kemudian saat ia menua dan sekarat kejadian itu kembali terlintas di benaknya dan ia meratapi keluarga yang malang itu berkali-kali. Temannya mencoba menghiburnya dan mengatakan bahwa itu bukan kesalahannya dan hasil pemeriksaan telah menyatakan ia terbukti tidak bersalah. Ia menjawab bahwa ada satu pertanyaan yang tidak ditanyakan penyidik kepadanya pada waktu itu yaitu apakah lentera, yang menjadi penanda pada waktu itu, ia nyalakan saat ia menggoyang-goyangkannya untuk memperingatkan kereta kuda yang akan lewat itu. Karena kelalaiannya matilah seisi keluarga dalam kereta kuda itu.

Pelita kita harus tetap menyala agar orang lain bisa melihat dan diselamatkan. Jikalau pelita kita padam, maka bisa jadi ada, bahkan banyak, orang di sekitar kita mati, keluarga, teman, dan rekan-rekan kita. Jika pelita kita menyala, maka kita harus memancarkannya/membiarkan itu terpancar, bukannya disembunyikan, agar orang lain dapat melihat dan diselamatkan. Pelita adalah simbol tanggung jawab kita untuk menyatakan terang kebenaran Firman Tuhan.

Terang itu mendatangkan hidup, tapi kegelapan mendatangkan kematian. Itu membuktikan bahwa terang dan gelap tidak bisa bersatu. Kita tidak bisa hidup dalam Kristus, namun tetap berkanjang dalam dosa. Kita tidak bisa mengabdi kepada dua tuan. Pasti kita akan cenderung mengabdi pada salah satu tuan dan menyingkirkan yang lain.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 21 Juni 2015 PDF Print E-mail

Yerusalem Baru

Why. 21:1-8

Vic. Gito T.W.

Kota Yerusalem sudah menjadi kota untuk 3 agama besar yaitu Islam, Yahudi dan Kristen. Kota Yerusalem adalah kota yang bertumpuk budayanya dan seringkali diperebutkan. Padahal kota Yerusalem yang berasal dari kata shalem yang artinya damai, hampir tidak pernah mengalami damai.

Dalam sejarah manusia, manusia berlomba-lomba menunjukkan eksistensi dalam agama maupun budaya. Ada mimpi di mana semua orang mempunyai agama atau budaya yang sama. Prinsip ini sama dengan setan. Tetapi kita melihat bahwa titik akhir kehidupan manusia bukanlah pada manusia tetapi pada Allah.

Yohanes, penulis dari kitab Wahyu melihat bumi dan langit yang baru, sebab bumi dan langit yang pertama sudah berlalu dan tidak ada lagi. Uniknya, bumi dan langit yang pertama bukan disambung dengan bumi dan langit yang kedua tetapi dilanjutkan dengan bumi dan langit yang baru.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 07 Juni 2015 PDF Print E-mail

Amanat Agung

Mat.16:18; 28:19-20

Pdt. Andi Halim, M.Th

Kita perlu mengaitkan keberadaan kita dan gereja dengan sejarah kerajaan Allah. Tidak semua gereja berkaitan dengan hal ini. tidak semua gereja benar, bahkan ada gereja yang sesat yang justru memberitakan ajaran Iblis. Miisalnya ada gereja mengajarkan positive thinking. Ini bukan ajaran berpikir posistif tetapi merupakan aliran bahwa hidup kita sukses atau tidak ditentukan oleh kekuatan pikiran. Film The Secret menyatakan bahwa pikiran manusia dapat mengendalikan hal-hal yang luar biasa tanpa agama dan iman secara spektakuler sekalipun mereka adalah orang atheis, bahkan bisa menyembuhkan penyakit.

Di mana sesatnya? Ini jelas bukan theosentris, hidup dan nasib kita bukan ditentukan dan berpusat pada Allah, tetapi pada kekuatan pikiran manusia. Saya yakin ini pasti dari setan. Gereja yang mengajarkan hal ini pasti bukan dari Tuhan. Lainnya adalah theologi sukses: asalkan mau beriman pasti apapun yang diminta akan kita dapatkan. Ini dipraktekkan melalui sugesti diri oleh banyak motivator. Hal ini memang mempengaruhi orang secara kejiwaan karena orang pasti akan bersemangat kalau didorong terus. Sekarang istilah “semangat pagi!” sudah populer. Belum lagi ajaran kalau beriman pasti sembuh. Lain lagi adalah ajaran bahwa hari ini masih ada nabi dan rasul dan wahyu tambahan.

Pertanyaannya adalah apakah gereja kita sekarang masih meneruskan visi kerajaan Allah atau mau lari ke mana? Ayat-ayat yang kita baca ini membicarakan tentang ikatan perjanjian dengan Allah. Gereja yang masih menjalankan misi kerajaan Allah berarti masih melanjutkan ikatan perjanjian dengan Allah ini di dalam kegiatan-kegiatannya. Hidup yang berarti dan bernilai adalah hidup yang disertai dengan perjanjian. Misalnya orang menikah, bisnis, bekerja di perusahaan,atau bahkan menjadi warga negara Indonesia pun ada ikatan perjanjiannya. Kalau tidak ada ikatan perjanjian berarti tidak jelas. Menjadi anggota gereja dan mau beribadah pun ada ikatan perjanjiannya, kita tahu jam kebaktiannya yang harus kita setujui, umumkan dan nyatakan kepada jemaat dan harus dihadiri.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 2 of 58
RocketTheme Joomla Templates