Search

Ringkasan Khotbah


Ringkasan Khotbah - 06 Oktober 2013 PDF Print E-mail

Analogi Peran dari Orang Kristen

2Tim. 2:1-7

Pdt. Andi Halim, M. Th.

Surat Timotius ditulis oleh Rasul Paulus kepada muridnya, Timotius. Paulus sangat mencintai Timotius dan menganggapnya sebagai anak. Timotius masih sangat muda dan takut dalam pelayanan. Rasul Paulus mengingatkan Timotius supaya ia jangan dianggap rendah meskipun ia masih muda.

Ada anggapan bahwa orang muda itu sombong dan menganggap diri paling hebat. Tetapi ada orang muda yang takut dan rendah diri. Timotius merupakan golongan kedua, ia masih takut dan malu dalam pelayanan. Rasul Paulus memberi nasihat kepada Timotius, yang termasuk nasihat kepada kita juga.

Dalam ayat 1, Paulus mengingatkan bahwa dasar semua kekuatan kita adalah dari Tuhan. Dari dulu hingga sekarang manusia selalu tergoda merasa dirinya hebat dan kuat apalagi jika ia mempunyai pencapaian yang besar dalam hidupnya. Tetapi firman Tuhan selalu mengingatkan bahwa manusia hanyalah debu dan tidak berdaya. Dalam Katekismus Singkat Westminster ada 1 poin yang mengajarkan bahwa segala sesuatu berada di dalam topangan Allah.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 29 September 2013 PDF Print E-mail

Apakah kita berada di pihak Allah?

Yos. 2:1-24, Yos. 1:6-9

Ev. Jadi S. Lima

Yosua mengirimkan sekelompok pengintai ke Yerikho. Yerikho merupakan kota tua yang mempunyai sejarah 9000 tahun. Yerikho merupakan kota dengan pertahanan kuat yang sulit ditaklukkan. Sebenarnya tidak ada harapan bagi orang Israel untuk mengalahkan Yerikho. Bagi Yerikho sebenarnya tidak ada alasan untuk takut kepada Israel yang hanya merupakan budak.

Yosua adalah orang yang mendapatkan janji Tuhan. Tuhan sudah berjanji kepada Abraham, bahwa suatu hari kelak keturunannya, yang saat itu kelihatannya mustahil karena Abraham dan Sara sudah tua, akan menguasai tanah tempat Abraham berpijak. Tetapi Tuhan dengan kesabaran-Nya yang panjang, terus ada dan menyertai bangsa Israel.

Tuhan mengingatkan Yosua akan janji-Nya kepada Abraham. Yosua hanya tinggal memetik hasilnya. Yosua bertindak dengan hati-hati dan mengirimkan mata-mata. Tetapi kedua orang pengintai yang dikirimkan oleh Yosua segera ketahuan oleh raja Yerikho. Kedua pengintai ini memilih tempat persembunyian yang aman yaitu rumah perempuan sundal. Perempuan sundal ini dalam percakapannya dengan kedua pengintai ini memberikan data yang cukup untuk mengalahkan Yerikho. Mereka mendapatkan informasi dari Rahab, penduduk Yerikho. Informasi yang didapatkan adalah bahwa orang Yerikho takut kepada Israel. Karena ketakutan ini maka Yerikho kalah.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 22 September 2013 PDF Print E-mail

Ketidaksetiaan Yerobeam

1 Raja-Raja 14:1-20

Ev. Bakti Anugrah

Dalam Alkitab kita ada 2 bagian kitab yang mirip yaitu 1-2 Raja-Raja dan 1-2 Tawarikh. Tetapi ada latar belakang yang berbeda dari penulisan kedua kitab ini. Kitab 1-2 Raja-Raja diberikan untuk bangsa Israel saat mereka dalam pembuangan. Dalam masa pembuangan kitab Raja-Raja menuliskan kenapa mereka dibuang, yaitu karena penyembahan berhala. Sedangkan, kitab Tawarikh diberikan setelah mereka kembali dari pembuangan. Dalam kitab Tawarikh, bangsa Israel akan menyadari bahwa ada pula raja yang baik dan taat kepada Tuhan, melalui raja inilah bangsa Israel akan diberkati dan mereka boleh menyembah Tuhan dengan taat.

Tema dari kitab Raja-Raja adalah kerajaan dan kovenan. Alkitab dibagi menjadi 2 bagian besar yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dalam Perjanjian Lama, Tuhan mengikat janji dengan bangsa Israel melalui Abraham. Kitab Raja-Raja merupakan penekanan antara nubuat dan penggenapan dalam sejarah bangsa Israel.

Nabi berfungsi sebagai utusan yang resmi dari Allah untuk bicara kepada para raja. Raja paling besar yang berkuasa atas Israel adalah Allah sendiri, bukan raja Israel. Raja Israel dibatasi oleh perjanjian dengan Tuhan sehingga mereka tidak bisa sembarangan. Kitab 1 Raja-Raja dituliskan untuk menjelaskan kepada bangsa Israel kenapa mereka dibuang ke Asyur yaitu karena melanggar perjanjian dengan Tuhan. Tuhan tidak segan-segan membuang bangsa Israel ke dalam pembuangan. Meskipun Tuhan membuang bangsa Israel bukan berarti mereka tidak ada masa depan karena ada janji untuk mengeluarkan bangsa Israel dari pembuangan.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 15 September 2013 PDF Print E-mail

Respon & Tanggung Jawab Umat Tebusan Tuhan

1 Ptr. 1:13-16

Ev. Calvin Renata

Dalam ayat 1–12, Petrus telah menjabarkan apa yang telah Allah kerjakan bagi kita: Allah telah melahirbarukan kita, memberikan kita warisan yang kekal, dsb. Mulai ayat 13, Petrus berbicara hal yang sebaliknya. Petrus berbicara mengenai respon dan tanggung jawab penerima surat Petrus. Jika Allah sudah merubah hidup kita, apa yang harus kita lakukan bagi Tuhan sebagai umat tebusan-Nya?

Ayat 13 dibuka dengan kata sambung “sebab itu”. Kata ini menghubungkan ayat-ayat sebelumnya. Ayat 13 – 16 dibagi menjadi 2 panggilan Tuhan bagi umat tebusan-Nya, yaitu:

Panggilan untuk memperbarui pemikiran kita (renewing mind) yaitu pada ayat 13
Panggilan untuk hidup kudus (calling to be holy) yaitu pada ayat 14 - 16
Dalam ayat 13 Petrus mengatakan “Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu pernyataan Yesus Kristus”.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 08 September 2013 PDF Print E-mail

Pesan Rasul Paulus di Akhir Hidupnya

2 Tim. 4:1-8

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Pada 2Tim. 4 ini Rasul Paulus menyadari bahwa hidupnya sudah mendekati akhir. Ada bermacam-macam reaksi orang saat mendekati akhir hidupnya. Ada orang yang tidak mau memikirkan bagaimana nanti akhir hidupnya maka ia tidak mau menghadapi realita. Kita harus memikirkan bagaimana nanti jika kita mendekati akhir hidup karena suatu saat kita pasti menghadapi realita tersebut.

Beberapa pemikiran orang yang mendekati akhir hidupnya adalah:
Pertama, setelah meninggal akan kemana? Pikiran seperti ini akan membuat gelisah dan ketakutan karena ketidaktahuan akan kemana setelah meninggal. Tetapi hal ini tidak membuat orang percaya takut karena tujuan kita setelah meninggal sudah jelas dan pasti. Tuhan pun sudah menjamin hal tersebut (Yoh 14:1-4). Tuhan memberikan jaminan yang jelas bahwa Ia akan menyediakan tempat bagi kita. Apa yang perlu dikhawatirkan lagi oleh orang percaya? Jadi bagi orang percaya tidak perlu ada rasa takut.

Kedua, orang yang tidak rela mati. Orang seperti ini merupakan orang yang paling tersiksa karena ia tidak ingin mati tetapi fisiknya sudah tidak memungkinkan untuk hidup lagi. Bagi orang percaya tidak usah bingung jika waktunya mati, kita tidak bisa melawan natur. Kematian adalah sesuatu yang alamiah dan bukan sesuatu yang harus dilawan. Meski demikian bukan berarti kita tidak berusaha untuk hidup atau berusaha untuk bunuh diri. Jika waktu kita belum tiba kita tidak akan mati. Namun kita tidak boleh menjadi fatalisme dan tidak menjaga kesehatan kita. Natur manusia secara alamiah selalu menolak dan menghindari kematian. Itu insting alami manusia dan hewan untuk menghindari kematian. Tetapi sebagai orang percaya kita harus sadar bahwa semua ada waktunya.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 5 of 46
RocketTheme Joomla Templates