Search

Ringkasan Khotbah


Ringkasan Khotbah - 11 Januari 2015 PDF Print E-mail

Prioritas dalam Melayani Tuhan

Kolose 3:17,23

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Pelayanan adalah privilege (hak istimewa) karena sebenarnya kita semua tidak layak melayani Tuhan. Tidak ada satu manusia pun yang pantas dan memenuhi syarat untuk melayani Tuhan. Manusia sebagai makhluk yang berdosa tidak bisa memenuhi syarat Tuhan, tetapi kita dipanggil untuk melayani oleh Tuhan.

Tuhan mau menerima kita yang tidak memenuhi syarat ini dan inilah hak istimewa kita sebagai manusia percaya. Ketika kita mendapatkan hak istimewa tidak sepatutnya kita menyombongkan diri karena hak istimewa tersebut bukan didapat karena kemampuan sendiri tetapi karena pemberian-Nya.

Ketika kita diberi hak istimewa untuk melayani Tuhan, kita harus bersyukur kepada Tuhan. Manusia tidak boleh menganggap pelayanan sebagai sampah dan menolak untuk melayani Tuhan karena merasa tidak mendapatkan apa-apa. Kita harus bersyukur saat kita masih bisa melayani Tuhan.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 04 Januari 2015 PDF Print E-mail

Penghancuran Diri

2 Korintus 4:16-18

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Di tahun yang baru biasanya diucapkan banyak harapan ke depan agar hidup menjadi lebih baik, sehat selalu, sukses selalu. Tapi sebenarnya apa yang terjadi di tahun ini, juga terjadi di tahun yang akan datang. Tidak ada hal baru, hanya pengulangan. Di tahun ini ada kecelakaan, kematian, penyakit, dan bencana, di tahun berikutnya juga ada hal yang sama. Memang ada hal-hal yang sepertinya baru, seperti makin dewasa, makin tua, tetapi sebenarnya itu tidak baru, melainkan dari dulu sudah seperti itu dan terus-menerus berulang.

Dalam hal ini kita tidak boleh memandangnya secara negatif, melainkan kita harus melihat dari perspektif Alkitab. Lalu apa yang patut dibanggakan oleh orang percaya? Apa yang menjadi harapan orang percaya? Apa nilai yang patut dibanggakan oleh orang percaya?

Kita tidak boleh membanggakan prestasi, gelar, kedudukan, dan hormat manusia karena itu semua merupakan hal lahiriah yang sementara. Dalam ayat 16, dikatakan bahwa manusia lahiriah kita itu semakin merosot. Kekuatan kita bisa berkurang seiring bertambahnya usia.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 27 Desember 2014 PDF Print E-mail

Orang Majus

Mat 2:1-12

Ev. Bakti Anugrah

Siapakah orang majus? Banyak hal yang tidak kita ketahui tentang mereka. Ada yang berpikir jumlah mereka 3 orang, mereka raja, dan salah satu dari mereka adalah orang Ethiopia; berasal dari keturunan Sem, Ham, dan Yafet. Tetapi Alkitab hanya mengatakan, “Datanglah orang-orang majus dari timur.” Kemungkinan orang majus ini berasal dari wilayah Media-Persia. Orang Israel mengalami penjajahan berulang kali, termasuk penjajahan oleh bangsa Media-Persia. Salah seorang Israel yang mengalami masa penjajahan oleh mereka adalah Daniel setelah sebelumnya ia mengalami juga penjajahan Babel.

Kata majus berasal dari kata magoi/magi yang tidak bisa diterjemahkan. Dari kata magoi/magi ini muncul kata magic yang berhubungan dengan sihir. Orang majus ini berasal dari orang Media-Persia kuno yang ahli dalam astronomi dan astrologi. Mengapa orang majus bisa datang dan menyembah Yesus?

Ketika orang Yahudi dibuang di Babel, di situlah mereka mengenal orang Media-Persia, setelah Babel dikalahkan oleh Media-Persia. Salah satu orang Yahudi yang terkenal dalam pembuangan adalah Daniel. Kemungkinan besar melalui Daniellah orang Media-Persia tahu mengenai nubuatan Mesias. Daniel dianggap salah satu orang majus. (Dan 2:10;4:7-9). Tidak heran mungkin melalui Daniel orang Media-Persia dipengaruhi mengenai nubuatan Mesias. Ia berhasil mempengaruhi bangsa yang menjajah hingga ke kedudukan paling tinggi. Daniel hanya dicelakakan oleh para gubernur regional iri hati kepadanya sampai ia dimasukkan ke dalam gua singa, namun di dalam kerajaan ia diakui dan memiliki kuasa. Tidak heran bila mungkin orang Media Persia dipengaruhi nubuatan mesias ini juga.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 21 Desember 2014 PDF Print E-mail

Istri yang Takut akan Tuhan & Kudus

Eksposisi 1 Ptr. 3:1–7

Ev. Calvin Renata

Ketika Petrus membicarakan tentang kehidupan suami-istri, ia mengatakan bahwa seorang istri dapat memenangkan suaminya dengan perbuatannya. Dalam ayat 1 dan 2, Petrus membicarakan tentang ketundukan dan pertobatan. Petrus mengatakan bahwa istri yang mau tunduk dan taat pada suaminya, ada kemungkinan bisa memenangkan suaminya.

Dari sini kita bisa melihat latar belakang surat ini bahwa pembacanya ada banyak keluarga yang tidak seiman. Ada kemungkinan sang suami dan istri tersebut belum percaya pada Tuhan, tapi dalam perjalanannya sang istri akhirnya bertobat. Dalam keadaan ini apakah harus berpisah? Jawabannya tidak. Petrus mengajarkan bahwa istri harus tetap tunduk dan taat, serta menghormati suami tersebut sebagai kepala keluarga dan suami, meski pun dia bukan orang percaya. Dan justru melalui perbuatan sang istri, ada kemungkinan bisa mempertobatkan si suami. Maka pada ayat pertama, Petrus mengatakan bahwa tanpa perkataan pun, suami dapat dimenangkan.

Kata ”dimenangkan” di sini, dalam bahasa Yunani diterjemahkan sebagai kerdetesontai (kata ini sama dengan kata ”mendapatkan” dalam Mat 18:15). Arti kedua kata tersebut sama. Namun dalam Matius orang tersebut dimenangkan dengan perkataan, tapi dalam Surat Petrus ini sang suami dimenangkan oleh tingkah laku sang istri.

Read more...
 
Ringkasan Khotbah - 07 Desember 2014 PDF Print E-mail

Ikatan Perjanjian Allah

Gal 3:15 – 29

Pdt. Andi Halim, M.Th.

Apakah arti hidup Kristen? Orang Kristen itu harus berbuat apa? Mengapa menjadi Kristen? Bagaimana kehidupan orang Kristen itu? Apa itu Kekristenan? Dari mana kekristenan itu? Kebanyakan orang menjadi Kristen karena ikut orang tua, disembuhkan dari penyakit oleh pendeta, atau karena pasangannya Kristen. Kita juga sering mendengar bahwa orang yang menjadi Kristen itu adalah orang yang sudah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat hidupnya, sudah bertobat, sudah dilahirbarukan, dan sudah diperbaharui.

Jadi apa itu Kekristenan? Kekristenan itu dimulai dari adanya perjanjian, yaitu perjanjian antara Allah dengan manusia. Alkitab yang kita baca itu intinya adalah perjanjian, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dan tanpa sadar kita ini sudah hidup dalam perjanjian. Contohnya adalah dalam pernikahan (janji nikah), bisnis (MoU), pejabat (lebih dikenal dengan sumpah) pasti ada perjanjian. Dalam keluarga pun ada perjanjian antara orang tua dan anak meskipun tidak secara langsung diucapkan. Orang tua dalam hatinya pasti berjanji untuk memelihara dan menjaga anaknya sampai menjadi dewasa.

Namun perjanjian Allah dengan manusia berbeda dengan perjanjian manusia dengan manusia. Perjanjian manusia dengan manusia, negara dengan negara itu adalah bilateral, dilakukan di antara 2 pihak. Tetapi perjanjian antara Allah dengan manusia itu disebut unilateral (perjanjian sepihak) dan Allah tidak pernah menunggu persetujuan manusia. Jadi manusia suka atau tidak suka harus terima. Kalau kita menyadari bahwa kita adalah ciptaan dan Allah adalah Pencipta dan Penguasa kita maka Ia tidak perlu menunggu persetujuan dari manusia. Manusia harus taat. Contohnya di saat Tuhan tidak menunggu persetujuan dari Adam dan Hawa saat memberi perintah kepada mereka. Mereka harus langsung taat.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 5 of 57
RocketTheme Joomla Templates